Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia

Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia

Bertepatan dengan diselenggarakannya Konvensi BKK-PII di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tanggal 2 – 4 Juli 1985, dimana pada kesempatan tersebut terdapat perwakilan beberapa mahasiswa teknik kimia dari berbagai institusi (UGM, ITB, UNDIP, ITS, USU, UNSRI dan UMJ),  tercetuslah ide pembentukan wadah komunikasi mahasiswa teknik kimia yang bertujuan untuk menaungi aktivitas mahasiswa teknik kimia diseluruh Indonesia serta meningkatkan kualitas mutu lulusan teknik kimia dan menghilangkan/mengurangi sikap ego almamaterisentris.

Dari pertemuan awal tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya guna lebih mematangkan ide pembentukan wadah tersebut. Tercatat pada tanggal 4 November 1985 berlangsung pertemuan di Bandung (ITB) yang dilanjutkan dengan pertemuan di Semarang (Undip) tertanggal 12 Maret 1986 yang menghasilkan kesepakatan tentang nama organisasi Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia.

Meskipun demikian, penetapan tempat dan tanggal organisasi ini mulai berdiri secara de jure adalah pada tanggal 26 September 1987 di kota Palembang setelah dilakukan pertemuan lanjutan di Universitas Sriwijaya (24-26 September 1987) yang juga menghasilkan ketetapan program kerja BKKMTKI yang pertama yang pada tingkat implementasinya belum dapat dilaksanakan secara optimal karena berbagai kendala dan benturan-benturan.

Sehingga timbul suatu pemikiran untuk mengadakan pertemuan lanjutan untuk lebih mengarahkan program kerja jangka pendek dan jangka panjang BKKMTKI periode 1988-1989, selain itu juga ditetapkan Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BKKMTKI serta disepakati untuk dibentuk panitia ad-hoc yang akan mematangkan Rancangan AD/ART tersebut.

Akhirnya pada pertemuan di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tanggal 10-12 November 1989 telah diputuskan dan ditetapkan AD dan ART BKKMTKI yang diharapkan menjadi kerangka acuan dalam melaksanakan kegiatan organisasi. Pertemuan ini juga berhasil menetapkan GBPK BKKMTKI, serta Pengurus Pusat BKKMTKI dengan Sdr. Mujiaman (ITS) sebagai Sekretaris Jenderal BKKMTKI periode 1989-1991.

Pada tanggal 18 April 1994, BKKMTKI secara resmi ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi antar senat mahasiswa sejenis (IOMS) bidang Teknik Kimia di Indonesia oleh Dirjen DIKTI melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 101/DIKTI/Kep/1994.

Sampai saat ini, jumlah anggota BKKMTKI terdiri dari 54 institusi yamg tersebar didaerah Sumatra, Jawa, Makassar, dan Kalimantan. Meskipun demikian, belum seluruh lembaga kemahasiswaan teknik kimia dari seluruh institusi yang menjadi anggota, keanggotaan dibagi atas beberapa daerah dan wilayah, antara lain:

1.         Daerah I ( Sumatra ) terdiri dari 13 Institusi

a.   Sumatra bagian Utara :

HMTK Universitas Syah Kuala Banda Aceh

HMTK Universitas Sumatra Utara

HMTK Institusi Teknologi Medan

HMTK Universitas Malikussaleh Aceh

b.   Sumatra bagian Tengah

HMTK Akademi Teknologi Industri Padang

HMTK Universitas Bung Hatta Padang

HMTK Universitas Riau

c.   Sumatra bagian Selatan

IMTK Universitas Sriwijaya Palembang

PERMATEK Universitas Muhammadiyah palembang

HMTK Universitas PGRI Palembang

HMTK Universitas Taman Siswa Palembang

HMTK Universitas Lampung

HMTK Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

2.            Daerah II ( Jakarta, Jawa Barat, Banten ) terdiri dari 14 Institusi

a.   Wilayah DKI Jakarta dan Cilegon

HMTK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon

IMGP Universitas Indonesia

HMTK Universitas Muhammadiyah Jakarta

HMTK Politeknik Gajah Tunggal

HMTK Institut Saint Teknologi Al-Kamal

HMTK Institut Teknologi Indonesia

HMTK Universitas Jayabaya

HMTK Sekolah Tinggi Manajemen Industri DEPRIN

b.   Wilayah Bandung

HMTK Institut Teknologi Bandung

HMTK Institut Teknologi Nasional Bandung

HMTK Politeknik Bandung

HMTK Universitas Jendral Ahmad Yani

HMTK Universitas Bandung Raya

HMTK Universitas Katolik Parahyangan

3.      Daerah III ( Yogyakarta, Jawa Tengah ) terdiri dari 12 Institusi

a.   Wilayah Yogyakarta

KMTK Universitas Gajah Mada

HMTK Universitas Ahmad Dahlan

HMTK Institut Saint & Teknologi AKPRIND

HMTK Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

HMTK Universitas Islam Indonesia

HMTK Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas)

b.      Wilayah Jawa Tengah

HMTK Universitas Diponegoro Semarang (S-1)

HMTK Universitas Diponegoro Semarang (D-3)

HMTK Universitas 17 Agustus Semarang

HMTK Universitas Muhammadiyah Purwokerto

HMTK Universitas Muhammadiyah Surakarta

HMTK Universitas Sebelas Maret Surakarta

4.      Daerah IV (Jawa Timur dan Malang) terdiri dari 11 Institusi

a.       Wilayah surabaya

HMTK Institut Teknologi Sepuluh November (S-1)

HMTK Institut Teknologi Sepuluh November (D-3)

HMTK Institut Teknologi Pembangunan Nasional

HMTK Universitas Katolik Widya Mandala

HMTK Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim

HMTK Universitas Surabaya

HMTK Universitas W.R. Supratman

HMTK Institut Teknologi Adhitama Surabaya

b.      Wilayah Malang

HMTK Institut Teknologi Nasional Malang

HMTK Institut Saint & Teknologi Palapa Malang

HMTK Politeknik Negeri Malang

5.      Daerah V ( Makassar dan Kalimantan Timur ) terdiri dari 7 Institusi

a.   Wilayah Makassar

HMTK Universitas Hasanuddin (D3)

HMTK Universitas Muslim Indonesia Makassar

HMTK Universitas 45 Makassar

HMTK Universitas Kristen Indonesia Paulus

b.      Wilayah Kalimantan Timur

HMTK Politeknik Samarinda

HMTK Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang

HMTK Uiversitas Lambung Mangkurat